manfaat Pimpinella Alpina (Purwoceng)

manfaat Pimpinella Alpina (Purwoceng)

Manfaat purwoceng untuk meningkatkan stamina dan gairah seksual mungkin sudah dikenal luas, khususnya di Indonesia. Namun, bukan hanya itu, tanaman yang sangat populer di kawasan Dieng ini ternyata juga memiliki beragam manfaat lain yang baik untuk kesehatan.

Purwoceng atau purwaceng (Pimpinella pruatjan) adalah jenis tanaman herbal yang banyak tumbuh di wilayah dataran tinggi. Hampir semua bagian purwoceng bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional, tapi yang paling sering dikonsumsi adalah akarnya.

Beragam Manfaat Purwoceng


Purwoceng kini sudah banyak diolah dalam bentuk suplemen atau minuman herbal, seperti jamu atau teh. Saat Anda mengonsumsinya, ada beberapa manfaat purwoceng yang mungkin bisa didapat, di antaranya:

  1. Meningkatkan gairah seksual dan vitalitas pria
    Selama ini manfaat purwoceng sering dikaitkan dengan performa seks pria. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah peneltian, akar purwoceng terlihat memiliki efek afrodisiak pada pria sehingga diduga dapat membangkitkan gairah seksual dan meningkatkan vitalitas atau performa seks pria.

Bahkan, penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa purwoceng dapat meningkatkan produksi dan kinerja hormon testosteron serta memperbaiki jumlah dan kualitas sperma. Meski demikian, manfaat purwoceng tersebut masih belum jelas efektivitasnya pada manusia dan perlu diteliti lebih lanjut.

  1. Menangkal efek radikal bebas
    Kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini dan berbagai masalah kesehatan kronis, seperti diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskuler.

Purwoceng diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan asam fenolik. Zat antioksidan tersebut berperan penting dalam mencegah dan memperbaiki kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas.

  1. Membantu mengatasi infeksi
    Tidak hanya menghasilkan aktivitas antioksidan, senyawa flavonoid dan fenolik yang terkandung dalam purwoceng juga memiliki sifat antibakteri, terutama untuk membasmi bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, dan Escherichia coli.

Berkat manfaat tersebut, purwoceng diklaim dapat membantu mengatasi infeksi bakteri di saluran kemih, saluran pernapasan, dan saluran cerna. Tak hanya dapat membasmi bakteri, purwoceng juga diketahui dapat mencegah dan membasmi jamur Candida albicans.

  1. Mengurangi peradangan
    Selain memiliki sifat antioksidan dan antibakteri, purwoceng diketahui memiliki sifat antiradang. Oleh karena itu, manfaat purwoceng juga diklaim baik untuk membantu proses penyembuhan luka, meredakan sariawan, mengurangi nyeri dan pembengkakan, serta mencegah dan meringankan kerusakan organ, seperti hati.
  2. Menghambat pertumbuhan sel kanker
    Studi di laboratorium menunjukkan bahwa akar purwoceng yang kaya akan antioksidan terlihat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, misalnya kanker payudara. Meski demikian, khasiat purwoceng sebagai obat untuk mencegah atau mengobati kanker masih perlu diteliti lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada riset yang menunjukkan bahwa purwoceng dapat menggantikan peran obat kemoterapi atau terapi radiasi sebagai pengobatan kanker.

Selain berbagai manfaat di atas, purwoceng juga diklaim memiliki berbagai manfaat lain, seperti membantu meredakan gejala masuk angin dan pegal linu, melancarkan buang air kecil, dan mencegah pembentukan batu ginjal.

Agar manfaat purwoceng dapat dirasakan secara optimal, pastikan purwoceng yang dikonsumsi adalah asli. Saat diolah menjadi teh atau jamu, purwoceng memiliki rasa yang sedikit pedas.

Meski purwoceng menyimpan beragam manfaat, penting untuk dipahami bahwa efektivitas dan keamanan purwoceng sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit tertentu hingga saat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Oleh karena itu, bila Anda ingin mencoba memanfaatkan purwoceng sebagai obat herbal untuk mengatasi penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, apalagi bila Anda sedang menjalani pengobatan dari dokter.

Sumber : alodokter.com

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.